Wednesday, January 28, 2004

Teleportasi, antara Sains dan Spiritualisme - part II

Para ahli juga menganggap bahwa untuk lanjut ke arah teleportasi makhluk hidup masih jauh dari kenyataan. Dari sisi waktu yang diperlukan, dari sisi memory yang dibutuhkan buat nyimpen konfigurasi atomnya, masih susah. Detailnya baca di http://travel.howstuffworks.com/teleportation3.htm. Belum lagi masalah yang esensial yang kaya gue bilang itu, dimana, bagaimana and kemana memori kita, emosi kita, karakter kita?

Hmmm...tapi dengan perkembangan bahwa ternyata teleportasi bisa dilakukan tanpa proses destroy dan perhaps nanti-nanti ada lagi hasil research yang bilang bahwa ternyata emosi, karakter dan yang maya-maya itu tersimpan juga dalam sel-sel tubuh kita, dan bisa juga direpresentasikan jadi konfigurasi-konfigurasi tertentu sehingga bisa disimpan dan dikirim...eng..ing..eng...human teleportation then will become reality.

Ada seri buku yang sangat-sangat berkesan buat gue, bukunya James Redfield. Starting from The Celestine Prophecy, terus The Tenth Insight and the last one The Secret of Shambala. Buku terakhir menyinggung juga masalah teleportasi manusia, dari sisi yang berbeda. Dianalogikan dengan telepon, yang berpindah adalah suara. Then manusia juga bisa berpindah. Caranya?Konsentrasi, melebur dengan alam. Eh atau itu teori buat menghilangnya yah?Lupa gue. Intinya, manusia bisa melakukan teleportasi dengan keinginannya sendiri ketika dia mencapai suatu level tertentu sehingga dimensi bukanlah masalah baginya. Cukup konsentrasi dan menyebutkan tempat tujuan, then there you go.

Seinget gue, orang-orang yang kedekatan dengan Tuhannya udah taraf tinggi, banyak yang bisa melakukan hal-hal yang kedengerannya mustahil kaya gini. Contohnya ya para wali.
Bukan cuma itu, tapi gue banyak denger cerita bahwa orang-orang dulu itu sakti-sakti. Ya yang masih keturunan raja-raja gitu kali yah..Katanya soal menghilang, muncul tiba-tiba di tempat lain, itu bukan masalah besar.
Gimana ya caranya? Apa ada ilmunya? Mengosongkan bathin? Melebur dengan alam sekitar? A kind of gift from God kah? Or pake bantuan jin kah?

Kalau ternyata ilmunya bisa dipelajari, dan tidak melibatkan unsur syirik, gue pribadi bakal lebih memilih buat melakukan teleportasi dengan ilmu tersebut. Why? Kalo gue pake cara-cara yang spiritual sounded, gue nggak perlu lagi mikirin proses ilmiahnya. Gue nggak perlu melalui suatu proses yang metodenya sendiri belum teruji 100% correct. Gue nggak perlu khawatir ada bagian tubuh gue yang hilang karena salah translasi. Gue nggak perlu takut gue berubah karakter begitu sampai di tempat tujuan.

But again, kalau secara ilmiah ada cara yang ethically possible. Misalnya kalau ternyata cara menembus dimensi bisa diketemukan, or kecepatan cahaya is not a problem anymore..hmm..worth of trying kali yah.
Welcome to Star-trek world then..:-D






<< Home |

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]