Thursday, April 28, 2005

My fourth day in KL

My fourth day in KL. In our first day of arrival (we arrived home at about 5.30 pm), we went to carrefour to buy food and some house stuffs. Finished shopping at 10.30 pm and brought home lot of things from pillows, mattress to electric fan. Wow..we fulfilled the taxi with our stuffs! But oops..I haven't bought plates and bowls.
The next day, planned earlier to cook chicken. But no chopping pad! So we had bean and minced chicken then. Not going anywhere. Felt a bit bored, looking at the same view all day. No internet. Basic astro is boring.
Fortunately I got internet connection yesterday!
I planned few things for house decoration. I really dislike the all-white things in my apartment, from wall, furniture to the curtains. The sofa is green with white-stripes, but there is a 3 seats sofa with purple and yellow color which really destroy the color scheme of the room!
So yesterday we went to Ikea to buy more soft furnishing and got quite a lot of things again. Plates, glasses, chopping pad (at last!), other kitchen utilities..and the most important things for me..some wall decorations. I bought a dog painting with frame, two small frames with cat and sheep pictures, one big colorful pictures, two photo frames and bed spread. Hmmm..now my apartment looks better. I need artificial plants and more paintings though.
Today..we'll go to KLCC..pick my hubby from his office and browsing around the mall. I'm really waiting for the weekend so I can spend full day with my hubby. Ikel is getting better from his cough now.
One bad thing here is the taxi cost at night. Last night we spent 15RM to go to Damansara from KL. But when we went home, the taxi did not want to use meter (really lke Indonesian taxi) and they defined fix rate for 30RM. That's silly. We ended up paying 27RM for the taxi including toll. Too expensive.
Read more!


Friday, April 22, 2005

AI..unpredictable result!

It's not funny..he's one of the best in musical technique, and his voice is better than some of the rests. But why he's sent home earlier?

I watched AI for the wonderful voices the finalists have. And now with Anwar went home, AI lost one of his brilliant performer.
I only have Carrie and Bo Bice left. ConMar's performance is nice to see, but if I close my eyes I cannot enjoy his song.
Disappointed..really..
Read more!


Cinta Bunda, Cinta Luar Biasa Manusia Biasa

Cinta anak sepanjang galah
Cinta ibu sepanjang jalan


Sekedar ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan besarnya cinta seorang ibu pada anaknya. Tapi jalan manakah di dunia ini yang tanpa ujung? Adakah daratan tak berujung? Adakah jalan yang membentang sepanjang daratan dan membelah samudra, menghubungkan satu titik awal dan titik akhir yang sama di bumi?
Apa ungkapan itu salah? Apakah cinta seorang ibu memang memiliki "ujung"?


Ketika ibu Malin Kundang mengutuk anaknya, apakah dia kehilangan cintanya? Ketika seorang wanita membunuh bayinya yang baru lahir karena dia lahir tanpa ayah, apakah dia takkan dirundung penyesalan seumur hidupnya?

Cinta seorang ibu pada anaknya memang luar biasa. Seorang ibu yang lembut bisa jadi segarang macan demi membela anaknya. Bila perlu, seorang ibu rela mengorbankan diri demi anaknya. Tak bisa dipungkiri, cinta seorang ibu pada anaknya memang luar biasa. Jika bisa, seorang ibu rela memindahkan semua duka dan perih yang diderita anaknya pada dirinya.

Cinta seorang ibu pada anaknya, mungkin melebihi cintanya pada diri sendiri. Tak salah, karena sembilan bulan lamanya sang anak tinggal dalam rahimnya. Tapi tak hanya sembilan bulan itu sang anak menjadi bagian dirinya. Bagi seorang ibu, selamanya sang anak tetap menjadi bagian dirinya. Bahagia sang anak adalah bahagia sang ibu, kekecewaan sang anak adalah kekecewaan sang ibu.

Tetapi cinta sang ibu pada anaknya, tetaplah cinta manusia biasa, yang memiliki lelah, yang memiliki pamrih. Walau cinta itu tak hilang, rasa lelah tetap dapat datang. Ketika sang anak kecil dan susah diatur, sering membuat kesal dan marah. Sang ibu pun beristighfar dan tetap mencoba tenang.
Ketika besar sang anak melupakan sang ibu, sibuk dengan teman-teman dan kehidupan masa mudanya. Sang ibu hanya dapat menatap anaknya dari jauh, merindukannya dan mengingat sang anak sewaktu masih berupa bayi merah. Sang ibu ingin berbicara hati ke hati dengan sang anak yang semakin terasa jauh, dan sang anak menghindar karena baginya hidupnya bukan hidup ibunya. Sang anak mengabaikan waktu sekian lama yang telah ditempuhnya dalam belaian sang ibu. Melupakan jerih payah ibunya yang membesarkannya dengan susah payah.
Dan sang ibu pun menangis. Lelah. Kecewa.

Salahkah bila cinta sang ibu berpamrih? Berpamrih sedikit penghargaan dari sang anak yang telah menghabiskan banyak waktu dan tenaganya? Sedikit pelukan, sedikit ciuman dan ungkapan kasih? Seorang ibu tetaplah manusia. Tidak bisa seperti Allah yang mencintai makhluk-Nya tanpa sedikit pun pamrih. Tidak bisa seperti Rasulullah SAW yang mencintai umatnya tanpa pamrih.

Mungkin membutuhkan waktu lama bagi seorang anak untuk menyadari besarnya cinta sang ibu padanya. Mungkin baru disadarinya saat sang anak pun memiliki seorang anak yang dicintainya dengan tulus. Mungkin juga tak pernah disadari sang anak karena sang anak tidak pernah memikirkannya.

Tapi cinta seorang ibu memang luar biasa. Bahkan jika sang anak telah menyakitinya, membuangnya sedemikian rupa, cintanya tetap ada. Jika sang anak kembali ke pelukannya, kan disambutnya dengan tangan terbuka dan cinta yang tak pernah berkurang. Tak pernah ada rasa sesal bagi sang ibu yang membesarkan anaknya dengan penuh cinta.

Cinta seorang ibu pada anaknya, adalah sebuah cinta yang luar biasa dari seorang manusia biasa.

***********

"Mama..." Dan anakku berlari menghampiriku, wajah cerianya dipenuhi senyum ketika melihat kehadiranku. Aku berlutut menyambut pelukannya.
"Mamaaa.." Dia memelukku erat. Aku balas memeluknya.
"I love you," bisikku sambil mencium kedua pipinya. Anakku, mudah-mudahan bila kau dewasa nanti, kau tidak akan pernah lupa untuk memelukku seperti ini.


Read more!


Tuesday, April 19, 2005

I wanna grow old with you

to my hubby..Adam Sandler's song with a small change..


I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold

Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you've had too much to drink
I could be the one who grows old with you
I wanna grow old with you

Read more!


Monday, April 18, 2005

Review Buku Remaja

Setiap bulan gw pasti belanja buku-buku remaja buat taman bacaan karena langganan tb rata-rata emang remaja. Dan karena gw emang ampir selalu baca buku yang dibeli, jadinya akhir2 ini gw banyaaak banget baca buku remaja, apalagi ada banjir teenlit yang lagi ngeboom itu. Tapi sayangnya dari sekian banyak buku itu, yang lokal maupun impor, nggak banyak yang berbekas di hati.

Mungkin karena temanya yang rata-rata nggak jauh dari cinta. Tapi sbenernya kan masalah cinta juga bisa dibikin berkesan.
Ada beberapa yang gw suka: All American Girl, Pangeran untuk Putri,Anny's Baby dan terbitan2 Kaifa for teens.
All American Girl udah pernah gw review sebelumnya.
Pangeran untuk Putri. Pertama2 gw sampai nggak ngeh kalo ini ditulis penulis lokal, soalnya jarang2 penulis teenlit lokal yang idenya ajaib kaya Regina Feby ini. Tapi gw salut sama ide and cara Regina bertutur, ceritanya kocak banget dan sangat imajinatif.
Terus Anny's Baby. Kalo yang satu ini emang bukan fiksi, ini diambil dari buku harian seorang gadis yang hamil di luar nikah.Buku ini termasuk top hits di taman bacaan gw selain KPGnya Ninit and Fairish. Reaksi gw sendiri begitu gw selesai baca buku ini adalah terpesona..hehe. Bukan terpesona karena ceritanya, tapi karena gw yakin buku ini bisa jadi semacam sarana penyuluhan untuk mencegah hamil di luar nikah. Gw pikir buku ini mesti dibaca banyak remaja biar mereka mikir lebih jauh kalo mau bertindak. Lampiran2 di belakang buku ini juga bikin gw mikir kurangnya informasi ttg hal2 seperti itu buat remaja kita. Bagus banget kalo di sekolah2 di negara kita ini, terutama di kota besar kaya Jakarta, menjalankan program such as mengurus bayi2an. Tiap anak harus mengurus boneka bayi yg bener2 mirip bayi hidup, bisa pipis, perlu makan, perlu dikelonin kalo nangis dan mencatat kalo diperlakukan buruk. Keren banget. Biar kerasa susahnya ngurus anak. Gw aja yg udah lewat seperempat abad masih sering ngurut dada kalo pusing ngurus anak, kebayang kalo remaja2 yang emosinya relatif belum stabil dikasih ngurus bayi.

Kalo buku2 terbitan Kaifa for Teens..gw suka karena ceritanya semua unik. Yang terakhir gw baca Sssst..Ada Apa dengan Melinda?, menurut gw bagus banget. Buku2 yang menurut gw nggak mudah dilupakan dalam sehari. Terus yang gw juga suka banget..serial Hutan Pesona-nya Patricia C.Wrede. Ngekhayal, kocak..tapi bener2 buku yang asyik diikutin.

IMHO, remaja2 kita masih membutuhkan buku2 yang sarat hikmah tapi nggak berkesan terlalu teoritis or menggurui. Buku kaya Anny's Baby yang datang dari kisah nyata bakal lebih mudah membuat remaja tertarik. Buku2 FLP untuk remaja adalah contoh cerita yang sarat hikmah, sayangnya belum bisa menarik banyak remaja kita membacanya. Mungkin karena label buku islami, banyak yang mikir wah..ini buku pasti mau ngedakwahin nih..bla..bla..bla.I have to admit, yang baca buku FLP rata2 memang mereka yang berjilbab, yang alim-alim, dan susah menjangkau mereka yang katanya remaja gaul. Buku2 Kaifa for Teens, sering terkesan terlalu serius dan menakutkan, kecuali buat mereka yang emang hobby baca. Larinya memang akhirnya pada novel pop seperti teenlit.
Jadi..pe-er buat para penulis dewasa yang peduli sama remaja kali ya buat membuat cerita yang bisa diterima setiap kalangan remaja, dari yang gaul sampai yang alim, dan nggak sekedar cerita cinta. Tapi sekali lagi gw mesti mengakui..susah bo!
Read more!


This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]